Setiap Senin Anda masih harus bertanya: “minggu ini posting apa?”
Punya tim
marketing
tanpa repot
bangun tim.
Growth Hive menerjemahkan target bisnis menjadi strategi, campaign, konten, ads, dan evaluasi—supaya marketing tetap berjalan saat Anda fokus membangun bisnis.
Business Objective
PIC Internal
GH Marketing Department
Semua marketing masih menunggu Anda?
Kalau semua ide, keputusan, dan evaluasi masih datang dari owner, Anda belum punya marketing department. Anda punya sekumpulan eksekutor.
Campaign, promo, dan ads selalu menunggu keputusan dari owner.
Ada designer dan admin, tetapi tidak ada yang menentukan arah.
Agency terus meminta brief, seolah Anda masih marketing strategist-nya.
Banyak aktivitas berjalan, tetapi tidak jelas mana yang menghasilkan.
Ketika Anda sibuk, marketing bisnis ikut berhenti.
Coba cek ketergantungan marketing Anda.
Pilih situasi yang masih terjadi di bisnis Anda.
Hire orang ≠ punya marketing department.
Yang sulit bukan sekadar merekrut orang. Yang sulit adalah membuat semua fungsi bekerja menuju satu objective.
Sekumpulan eksekutor
- Menunggu brief
- Menjalankan tugas
- Fokus pada output
- Melaporkan aktivitas
- Menunggu keputusan owner
Marketing department
- Memahami tujuan bisnis
- Menentukan prioritas
- Fokus pada hasil
- Membaca data dan insight
- Memberikan next action
Owner menentukan tujuan. Kami memikirkan caranya.
Growth Hive mulai dari target bisnis—bukan dari pertanyaan “bulan ini mau posting apa?”
Berbagai eksekusi marketing.
Scope ditentukan berdasarkan prioritas bisnis. Tidak semua bisnis membutuhkan semua layanan pada saat yang sama.
Membangun arah sebelum menambah aktivitas.
- Marketing consultancy
- Brand & sales analysis
- Marketing planning
- KPI & performance monitoring
Aktivitas harus berubah menjadi perkembangan.
Nama brand pada studi kasus disamarkan. Hasil ditampilkan berdasarkan kategori bisnis dan periode pendampingan.

Positioning, planning, dan sales growth
peningkatan penjualan dalam 6 bulan.

Lead generation dan customer retention
peningkatan customer leads.

Marketplace growth dan product insight
pertumbuhan monthly sales dalam 6 bulan.
Brand lintas industri telah bekerja sama dengan Growth Hive.
Mulai dari F&B, fashion, beauty, wellness, retail, sampai consumer brand untuk kebutuhan digital marketing.

Pilihan yang tepat bergantung pada tahap bisnis Anda.
Bangun tim internal jika…
- Kompleksitas marketing sudah sangat tinggi.
- Membutuhkan tim dedicated setiap hari.
- Memiliki leadership untuk mengelola berbagai fungsi.
- Sudah siap merekrut tim secara lengkap.
Partner dengan Growth Hive jika…
- Bisnis sudah punya traction dan customer.
- Owner masih menjadi pusat semua keputusan.
- Belum membutuhkan 5–7 karyawan full-time.
- Ingin strategy dan execution dalam satu koordinasi.
Your growing partner in business.
Sejak Juni 2023, Growth Hive membantu bisnis bertumbuh melalui strategy, branding, digital marketing, dan eksekusi yang terintegrasi.
“Fokus bangun bisnisnya. Marketing biar ada yang jagain.”
PT Growth Hive Indonesia

Berpengalaman di industri beauty, retail fashion, dan F&B dengan fokus pada strategi bisnis, marketing, dan brand development.

Berpengalaman dalam social media management, KOL management, digital advertising, serta pengembangan brand dan bisnis.
Sebelum kita mulai.
Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul saat mempertimbangkan external marketing department.
Apakah Growth Hive menggantikan seluruh tim internal?
Tidak selalu. Growth Hive dapat bekerja bersama satu PIC atau tim internal yang sudah ada, lalu mengisi fungsi direction, planning, specialist execution, dan evaluation yang masih dibutuhkan.
Seberapa besar keterlibatan owner?
Owner tetap menentukan tujuan bisnis dan keputusan penting. Growth Hive mengurangi kebutuhan owner untuk mengatur pekerjaan marketing harian satu per satu.
Apakah harus mengambil semua layanan?
Tidak. Scope dipilih berdasarkan prioritas dan bottleneck bisnis, bukan berdasarkan sebanyak mungkin layanan.
Bisnis seperti apa yang paling cocok?
Bisnis yang sudah berjalan, sudah memiliki customer, dan ingin marketing lebih terstruktur—tetapi belum perlu membangun tim marketing lengkap secara internal.
Bagaimana proses reporting dan evaluasinya?
Aktivitas dipantau berdasarkan KPI yang disepakati. Report tidak berhenti pada angka, tetapi dilanjutkan dengan insight, rekomendasi, dan next action.
Berhenti jadi Head of Marketing di bisnis Anda sendiri.
Ceritakan kondisi dan target bisnis Anda. Kami bantu melihat apakah bottleneck-nya ada pada eksekusi, strategi, struktur tim, atau sistem marketing yang belum berjalan.
Cek kondisi marketing saya ↗